Minggu, 28 Desember 2014

Ada Kemauan Ada Jalan

Niswatun

Hobinya membaca buku dan menggambar. Niswatun anak ke tiga dari enam bersaudara. Lahir di Cilegon, 09 Juli 1993. Sama seperti anak juara berprestasi yang lainnya, Niswatun selalu mendapat peringkat satu di sekolahnya di SMA Al – Amin yang berlokasi di jalan Ki Mudzakir lingkungan Meluar. Ayahnya hanya seorang pedangang dan ibunya hanya ibu rumah tangga.

Motivasinya dalam belajar, tentulah kedua orang tuanya. Keinginan terbesarnya adalah membahagiakan orang tuanya yang telah bersusah payah mengurus dirinya dan saudara-saudaranya. Biasanya, orang tuanya memberikan dukungan padanya melalui nasihat-nasihat. Misalnya, jangan mudah putus asa, terus berusaha menjadi lebih baik. terkadang, Niswatun merasa kondisi ekonomi keluarganya yang serba pas-pasan mempengaruhi prestasinya. Namun ia berpikir lagi, bahwasanya tugasnyalah untuk mengangkat derajat keluarga. Maka dari itu, ia selalu berusaha sebisanya untuk meraih prestasi.
Di karenakan di sekolahnya tidak ada kegiatan ekstrakulikuler, Niswatun tidak ikut dalam organisasi sekolah. begitupun dalam masyarakat sekitar rumahnya. Biasanya sepulang sekolah pun, sudah menunggu pekerjaan rumahnya membantu orang tuanya membereskan rumah.

Niswatun tipe gadis yang pemalu dan tidak banyak bicara. Gurunya, ibu Nurhayati selalu menasihatinya agar ia mencoba untuk lebih berani. Karena dalam kelas Niswatun terkesan pasif, walau sebenarnya setiap di beri tugas, Niswatun selalu mengerjakannya dengan baik. meski begitu, menurut teman dekat Niswatun, Siti. Siti mengatakan bahwa Niswatun merupakan temannya yang baik, ramah, dan suka menolong. Siti dan Niswatun berbeda sekolah. namun jika Siti mengalami kesulitan dalam belajar, maka Niswatunlah yang membantunya. Mungkin hal itu memang menjadi prinsip Niswatun. Jika ingin sukses dalam belajar, tidak boleh sombong, harus tekun dan apabila ada yang tidak dimengerti juga harus bertanya. Dan hal itu dibuktikan Niswatun dengan berhasilnya ia menjadi peringkat satu di kelasnya sejak kelas satu.

Niswatun bercita-cita, kelak dirinya akan menjadi seorang guru. Ia berkeyakinan apabila ada kemauan, pasti ada jalan. Membahagiakan orang tua sepertinya memang sudah menjadi semangatnya untuk mewujudkan impiannya. Dan bagi Niswatun, tiada hari tanpa belajar, tiada hari pula tanpa beribadah. Membahagiakan orang tua adalah suatu ibadah. Niswatun tahu benar itu. hingga ketika di mintai pesan yang ingin di sampaikan untuk teman-teman, Niswatun pun berpesan, “Jadilah orang yang pintar dan berbakti kepada kedua orang tua.”

                                                           -OoO-

0 komentar