Minggu, 28 Desember 2014

Semangat Bersekolah Walau Hanya Berjalan Kaki

Niswatunnashiroh

Embun pagi yang mulai membasahi bumi ini, aku mulai berangkat sekolah dengan berjalan kaki tapi kakiku ini kian lama kian pasti langkahnya menuntun aku menuju sekolah, walau aku berangkat ke sekolah dengan seorang diri tanpa ada seorang temanpun yang menemaniku untuk pergi ke sekolah tapi itu semua tidak membuat aku berkecil hati justru membuat aku semakin bersemangat karena aku masih bisa menikmati bangku sekolah walau hanya dengan berjalan kaki dan tanpa seorang teman yang menemani jalan kakiku ini. 

Kebanyakan orang di zaman sekarang mungkin akan malu dengan berjalan kaki menuju sekolah apalagi tanpa seorang teman tapi rasa malu ku itu sudah aku kubur sedalam-dalamnya. Apalagi kalau sudah ingat perjuangan orangtuaku untuk membiayai aku sekolah hanya sebagai seorang pedagang keliling, terkadang itu membuatku sedih tapi itu juga membuat aku semakin bersemangat untuk bersekolah walau hanya dengan berjalan kaki.

Sekolah dengan berjalan kaki buat aku tidak ada masalah yang penting aku masih bisa makan bangku sekolah, walaupun aku tahu di zaman modern ini rata-rata anak sekolah membawa kendaraan bermotor dari rumahnya untuk menuju ke sekolah tapi itu tidak boleh membuatku iri ataupun berkecil hati, sudah sekolah juga menurutku sudah untung daripada anak-anak jalanan yang tidak sekolah. Apalagi zaman sekarang pendidikan itu sangatlah berarti dan jangan sampai kita tertinggal dengan negara lain.

Terkadang sepatuku pun cepat rusak karena di setiap jalan yang aku lalui menuju sekolah bebatuannya kecil-kecil yang lumayan tajam, jalanannya pun rusak sangat parah sehingga membuat sepatu aku bawahnya bolong. Aku berusaha untuk mengumpulkan uang untuk membeli sepatu yang baru karena sepatu yang aku pakai sehari-hari sudah rusak, apalagi mendengar adik meminta sepatu yang baru karena sepatunya juga sudah rusak jadi aku berusaha mengumpulkan uang sendiri dari mulai aku menyisihkan sebagian uang jajanku sampai aku harus membagi waktu sekolahku dengan membuat emping setelah pulang sekolah. Apalagi kalau sudah libur panjang tiba aku gunakan waktu liburku untuk membuat emping untuk bisa mendapatkan uang jajan karena libur sekolah jarang di kasih uang jajan sama orangtua dan sebagian lagi untuk aku tabung uangnya. Uang yang aku tabung aku gunakan untuk membeli kebutuhan sekolah.

Hari pun sudah berganti lagi sang surya pun sudah mulai menampakkan sinarnya, aku pun mulai berangkat sekolah lagi dengan mengandalkan kaki-kakiku ini sebagai tumpuan langkahku untuk menuju ke sekolah. Terkadang pagi-pagi sekali hujan mulai turun apalagi kalau sudah musim hujan, hujan turun hampir setiap hari tapi itu tidak membuatku putus asa atau membuyarkan niatku untuk pergi ke sekolah, walau orangtuaku sudah melarang aku untuk tidak pergi ke sekolah tapi aku tetap saja pergi ke sekolah tekadku sungguh besar untuk pergi ke sekolah sehingga orangtuaku pun tak kuasa mampu menahan aku untuk berdiam di rumah, walau aku tahu aku pergi ke sekolah tanpa menggunakan payung walau di saat hujan turun, karena payung yang aku punya sudah rusak.

Apalagi kalau sudah setengah perjalanan tiba-tiba hujannya turun dengan sangat lebat dan memaksa aku untuk berteduh sementara waktu, walau hujan tadi sebenarnya sudah membasahi semua pakaian yang aku gunakan, asalkan tasku yang di dalamnya berisi peralatan sekolah jangan sampai basah terkena air hujan. Setelah hujan reda barulah aku lanjutkan lagi perjalananku untuk ke sekolah meskipun masih ada sedikit gerimis tapi aku terus saja melangkahkan kakiku ini dengan pasti tanpa ada sedikit keraguan pun. Belum lagi jika paginya sudah hujan tapi siangnya terik sinar matahari sangatlah panas sehingga membuat kepalaku sedikit pusing bahkan seperti ingin pingsan di jalan tapi aku terus melangkahkan kakiku ini untuk segera pulang menuju rumah.

Pada saatnya hidup manusia itu pasti berubah, asalkan kita harus berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan dan terus bersemangat untuk meraih cita-cita, mungkin saat ini aku ke sekolah dengan berjalan kaki tapi belum tentu waktu yang akan datang. Aku akan berusaha meraih cita-citaku walau aku ke sekolah dengan berjalan kaki, aku juga akan lebih bersemangat lagi dibandingkan dengan teman-temanku yang bersekolah dengan membawa kendaraan bermotor.       

Karya     : Niswatun Nasiroh
Corwil   : Ciwandan



0 komentar