Minggu, 28 Desember 2014

Tetap Bersabar Meski Dibohongi Anak dan Istri

Penulis: Uswatun Hasanah


Bapak Ahmad Mustofa tinggal bersama istrinya (Ibu Hasanah) dan seorang putrinya (Siti Aisyah), keluarga bapak Ahmad Mustofa hidup sangat sederhana. Profesi guru Madrasah Diniyah tidak membuatnya malu menjadi tukang ojeg, ia selalu mengajari istri dan anaknya sesuai perintah agama dan mengikuti sunah rasul.
Suasana pagi hari di rumah bapak Ahmad Mustofa,
Bapak     : Aisyah, sudah siap sekolah?
 Aisyah   : (keluar kamar) Siap pak
Bapak     : Bu, bapak nganter Aisyah dulu kemudian langsung ke pangkalan ojeg
Ibu          : Ya pak,hati-hati di jalan (mencium tangan bapak)
Aisyah    : Bu, Aisyah berangkat sekolah dulu, Assalamu’alaikum (mencium tangan ibunya)
Ibu          : Wa’alaikum salam
Bel pulang  sekolah pun berbunyi, anak-anak berhamburan keluar dari kelasnya, beregegas pulang ke rumah masing-masing.
Rohma    : Aisyah, setelah lulus SMP mau lanjut sekolah ke mana?
Aisyah    : Ga tau, masih bingung, bapak sih nyuruh masuk pesantren, kalau kamu ke mana?
Rohma    : Rencana sih mau lanjut ke SMK Pelita. Soalnya, saya pngen setelah lulus sekolah bisa langsung kerja,       kaya mba saya. Lagian di situ banyak beasiswa, apa lagi exschoolnya mantep abis deh..!
Aisyah    : Oh , bagus dong
Rohma    : Ia lah, gak kerasa ni  udah sampe rumah, saya pulang dulu ya,, daaah (melambaikan tangan)
Aisyah    : Daah (melambaikan tangan dan berjalan sendiri sambil mengingat ucapan rohma)
Keadaan malam hari dirumah bapak Ahmad Mustofa, seperti biasa setelah makan mereka berbincang bincang
Bapak     : Bu, ini hasil ngojeg tadi siang Rp 15.000,00 (menyerahkan uang pada ibu)
Ibu          : (menerima dengan muka sedikit dilipat) Hmm,,Alhamdulillah ,,
Aisyah    : Pak, pembayaran ujian sekolah Aisyah sampe minggu depan, totalnya Rp 670.000
Bapak     : Sabar ya aisyah, nanti kalau bapak sudah dapat gaji pasti bapak bayar.
Aisyah    : Ya pak, sekarang Aisyah mau belajar dulu.
Ibu          : Belajar yang bener biar jadi orang sukses dan kita enggak miskin terus…!
Aisyah    : Ya bu, doa’kan Aisyah (masuk kamar)
Bapak     : Masya Allah bu, kaya dan miskin dimata Allah sama.
Ibu          : Sudahlah pak, gak usah di bahas.! Oh ya pak, bulan depan rencananya ibu-ibu pengajian mau ke Masjid Kubah Mas, ada pengajian bersama Mamah Dedeh., boleh kan pak?
Bapak     ; Boleh, gratis kan bu?
Ibu          : Bapak ini, di jaman sekarang gak ada yang gratis, orang masuk toilet aja bayar apa lagi ke Masjid Kubah Mas, bayar pak Rp. 250.000…!
Bapak     : Jangan jauh-jauh bu kalau mau ke toilet doang, kan dirumah kita juga ada kamar mandi gratis lagi (tertawa kecil)
Ibu          : Bapak ini bercanda aja, ibu serius pak pengen ketemu idola ibu..!
Bapak     : (berdiri memegang bahu ibu) Nanti kalau bapak ada rizqi kita pergi kesana sekeluarga, tapi ibu yang sabar ya
Ibu          : Sampe kapan pak? Ibu malu sama tetangga,nanti apa kata orang -orang,?
              Setiap ada kegiatan ibu-ibu pengajian ke luar kota, cuma ibu yang gak pernah ikut, pokoknya ibu harus ikut! (masuk kamar membanting pintu)
Bapak     : Astagfirullahal adzim, berilah kesabaran pada istri hamba ya allah (mngusap dada)
Setelah ujian selesai, Aisyah lulus dengan nilai tertinggi dan ia meminta kepada orang tuanya untuk lanjut ke SMK.
Aisyah    : Pak, Aisyah mau sekolah di SMK Pelita, pengen ngambil jurusan Administrasi Perkantoran. Nanti setelah Aisyah  lulus mau kerja, biar bisa bantu ibu dan bapak, boleh ya pak, bu..?
Bapak     : Aisyah, bapak dan ibu pengen kamu masuk pesantren. Uang itu akan datang sendiri jika kamu sudah punya ilmu, bapak takut kamu terbawa arus zaman,
Aisyah    : (mendekati ibu) Bu, pak,, aisyah janji sekolah yng bener, dan akan turutin nasihat ibu dan bapak, percaya sama Aisyah bu, pak..
Ibu          : Ya sudalah pak, kasihan. Ibu tau Aisyah anak yang cerdas dan patuh
Bapak     : Ya sudah,kamu bisa sekolah disana. Tapi ingat jangan sampai berpacaran karna itu tidak ada dalam islam, jangan lepas kerudung mu dan jangan hianati kepercayaan bapak,.!
Aisyah    : Siap pak Aisyah janji, makasih pak (mencium tangan orang tuanya)
Beberapa hari kemudian ,Setelah bapak dan Aisyah pergi. Ibu diam-diam pergi ke Bank untuk meminjam uang dengan  surat motor bapak sebagai jaminannya.  Keesokan harinya ibu beserta ibu-ibu pengajian pergi ke Masjid Kubah Mas dengan alasan uang yang diperoleh dari saudara ibu.
Disekolah SMK, Aisyah menjabat sebagai sekretaris Rohis, hal ini membuatnya dekat dengan Muhammad Aziz seorang ketua Rohis. Sampai virus merah jambu pun menyapa keduanya.
Aziz          : (mendekati aisyah), Aisyah maaf sebelumnya, gue punya hp ga dipake, dari pada mubazir ,lebih baik    gue kasih  loe. Ya, walaupun gak bagus-bagus amat, terima ya..?
Aisyah    : Ga usah ka, makasih.
Aziz         : Please jangan nolak, loe kan juga butuh. Sewaktu-waktu kalau ada perlu  gue tinggal kontek loe, anggep aja ini demi suksesnya kegiatan kita, oke?!(menyerahkan ke tangan Aisyah dengan melempar senyum)
Aisyah    : Baik lah ka, thanks sebelumnya (membalas senyum)
Dengan adanya hp, mereka pun bertambah dekat. Dengan janji manis dan perhatian Aziz, membuat Aisyah lupa dengan nasihat bapaknya, kini mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan orang tua Aisyah. Setelah 1 bulan berpacaran Aisyah mulai berubah, dari segi gaya bicara, tingkah laku dan ia juga jarang belajar dan mengaji.
Pada hari minggu, Aziz mengajak Aisyah ikut reuni teman-teman SMPnya dulu. Aisyah pun menyetujui ajakan kekasihnya dan ia harus membohongi orang tuanya lagi,
Aziz         : (membelai kepala aisyah) Aisyah, untuk kali ini aja, kamu lepas kerudung ya..?!
Aisyah    : Kenapa? Ka Aziz ga suka?
Aziz         : Bukan. Tapi kalau loe pake kerudung pasti temen-temen gue ngejek , karna cewek mereka gak ada yang berkerudung,.
Aisyah    : Taa…taa,,.tapi….
Aziz         : Please, anggep aja ini permintaan gue yang pertama dan terakhir. Selanjutnya gue gak akan suruh loe lepas kerudung, gue janji..!
Aisyah    : Ya udah deh, demi ka Aziz,,
Setelah berkumpul dengan teman-temannya, mereka pun berangkat dengan riang menuju tempat lokasi. Ketika dalam perjalan pulang, tiba-tiba motor Aziz mengalami kecelakaan, sehingga Aziz dan Aisyah harus dibawa ke Rumah Sakit. Orang tua Aisyah sangat terkejut mendengarnya. Setelah beberapa hari di rumah sakit Aisyah dibawa pulang,
Dan keadaan dirumah
Aisyah    : Pak, bu, Aisyah minta maaf sudah berbohong dan melupakan nasihat bapak. Kini Aisyah menyesal (menangisi kesalahannya)
Bapak     : Ya Allah Aisyah, bapak gak tau harus seperti apa lagi mendidik kamu..?!
Tiba-tiba datang petugas Bank yang hendak menyita motor bapak Ahmad Mustofa. Setelah mendengar penjelasan petugas Bank bapak terdiam sejenak,  kemudian membayar hutang bu Hasanah dengan uang tabungan bapak.
Ibu          :(menangis bersujud dikaki bapak) Pak, ibu juga minta maaf atas kekhilafan ibu. Ibu janji gak akan ngulangi lagi. Tapi, uang itu,,, sudah ibu pakai untuk pergi bersama ibu-ibu pengajian.
Bapak     : Astagfirullahal adzim,(terdiam sejenak). Ya sudah, bapak maafkan ibu dan Aisyah, mungkin ini cobaan dari Allah. Tapi, bapak putuskan Aisyah akan dipindahkan ke pesantern,.
Ibu          : (mencium tangan bapak) Makasih pak
Aisyah    : Ya pak Aisyah setuju, makasih pak (mencium tangan bapak)
Akhirnya, Aisyah memutuskan hubungan dengan Aziz dan mengembalikan hp yang dulu diberikan Aziz. Kini ia mulai  memperbaiki kebiasaannya di pesantren dengan mngikuti syari’at agama Islam dan sunah Rasul. Keluarga bapak Ahmad Mustofa menjadi keluarga yang rukun dan tidak ada lagi kebohongan.

0 komentar