Sabtu, 07 Februari 2015

Handayaani Siswi Disabilitas yang Berprestasi

Handayani (dok pribadi)

Handayani seorang gadis yang memiliki keterbatasan fisik namun memiliki  motivas belajar yang sangat luar biasa, patut dicontoh oleh anak-anak lainnya yang normal terlebih memiliki dukungan financial yang memadai.

Handayani Dilahirkan


Handayani lahir 19 tahun yang lalu dari seorang ibu bernama Jubedah, dilahirkan  di RSUD Serang dalam kondisi tidak normal. Handayani diasuh dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya dalam kondisi serba kekurangan. Ayahnya bernama Ireng Sudrajat yang sudah tidak berdaya dan ibunya Jubedah sedang mengidap penyakit komplikasi. Handayani hanya anak semata wayang.


Semangat untuk Sekolah


Saat handayani berusia 6 tahun ia disekolahkan oleh orang tuanya di SDN Inpres Ciwaduk. Pada tahun 1999 ayah tercinta meninggalkannya untuk selama-lamanya. Kepergian ayahnya membuat keluarga terpukul terutama handayani yang masih butuh kasih sayang dari seorang ayah. Selang beberapa tahun kemudian tepatnya Pada tahun 2004 ibunya berpulang kerahmatulloh menyusul ayahnya pergi untuk selama-lamanya.  Kematian kedua orang tuanya tentunya sangat membuat Handayani bersedih akan tetapi tidak membuat Handayani patah semangat untuk hidup dan tetap bersekolah sampai lulus SD.

Setelah lulus kemudian Handayani melanjutkan sekolah kejenjang SLTP yaitu di SMP Pembangunan yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Semangat untuk membahagiakan orang tuanya, walaupun sudah tiada menjadikan Handayani menjadi anak yang luar biasa, kemampuan akademiknya mulai nampak dari yang biasa-biasa saja menjadi juara. 


Setelah lulus dari SMP Pembangunan, Handayani melanjutkan sekolah ke SMA Muhammadiyah di link. Rokal berjarak sekitar 1 KM dari rumahnya. Di sekolah barunya itu handayani termasuk siswa yang berprestasi namun terkendala dibiaya. Kalkulasi tunggakan biaya sekolah Handayani semenjak masuk hingga mau lulus sekitar Rp. 3.800.000 itu biaya diluar bayaran SPP karena untuk SPP sendiri sudah digratiskan (dapat bantuan dari dana BOS).

Handayani sudah membuat planning untuk meneruskan kuliah di Untirta Serang jurusan Sastra Inggris.




Prestasi

Rangking 1 saat di SMP Pembangunan


Rangking 3 di SMA Muhammadiyah
 


Juara 2 karya ilmiah pada Olimpiade Sains  Nasional  tahun 2013 dan juara 3 Olimpiade Sains  Nasional tahun 2014



Handayani menulis tentang manfaat kulit mangga sebagai masker wajah yang berfungsi memutihkan, menghaluskan dan mencegah jerawat.
Caranya, kulit mangga harum manis dikeringkan dengan memanggangnya di oven laboratorium kimia. Setelah kering, kulit itu diblender menjadi tepung, dan siap digunakan dengan cara diberi air secukupnya lalu dibalurkan ke wajah. “Bila dilakukan dua kali seminggu secara rutin, wajah pun menjadi cerah, dan terhidar dari jerawat,”



Cita-cita dan harapan yang belum tercapai

“Aku bangga dengan diriku sendiri meski apa adanya keadaanku, tapi inilah pemberian Tuhan, remember Allah every time”.
“Aku yakin..
 Aku Bisa..
Aku Berhasil..
Aku Tegar..
Aku bahagia..”.
Begitulah sekelumit kata-kata  motivasi yang terukir di buku diary Handayani.
Handayani mempunyai cita-cita menjadi “Sastrawati” dan ia berkeyakinan bahwa cita-citanya bakal tercapai.
Ada  keinginan yang belum terwujudkan oleh Handayani sampai  saat ini yaitu memiliki Laptop, setiap ada tugas dari sekolah handayani harus pergi ke warnet dan itupun jika ada yang mengantarkan. Jika saudara-saudaranya berhalangan mengantarkan ke Warnet, mau tidak mau tugasnya terbengkalai. Selain karena untuk mempermudah mengerjakan tugas, handayani juga berkeinginan untuk mengikuti perlombaan-perlombaan karya tulis yang banyak didapati diinternet.


Dibalik Kesuksesan Handayani


Selain motivasi diri untuk bersekolah, Kunci  kesuksesan handayani bisa bersekolah mulai dari  SD sampai sekarang SMA ternyata ada andil kebaikan seorang paman yang bernama Jaenudin. Pak jaenudin inilah yang setia antar jemput Handayani setiap hari sejak SD sampai SMA. Pak Jaenudin antar jemput  Handayani di sekolah dengan menggunakan sepeda pemberian orang lain. Beliau merasa bertanggung jawab untuk menghidupi dan mendukung Handayani untuk terus bersekolah. “ saya merasa iba bercampur bangga menjadi tukang antar jemput Handayani karena melihat keponakan saya yang semangat untuk sekolah. ujar pak Jaenudin

Terus terang anak kandung saya sendiri hanya lulus sampai SMP.imbuh bapak dari 5 anak itu.

pak Jaenudin antar jemput handyani menggunakan Sepeda


Demikian informasi yang bisa kami share semoga cerita ini menginspirasi tentang keteguhan Handayani dalam mengarungi kehidupan dalam kondisi seperti sekarang dan begitu ikhlasnya seorang paman yang bersedia antar jemput Handayani sejak dari SD sampai SMA waktu yang tidak sebentar bukan? Semoga ada donatur yang bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu biaya pendidikan Handayani agar cita-citanya terwujud. Selain perbuatan yang mulia, memberikan jalan kesuksesan kepada orang lain apalagi seorang anak yatim piatu semoga menjadi pembuka jalan menuju kesuksesan bagi kita semua. Amiin

1 komentar

Februari 12, 2015 7:45 PM Delete comments

Subhaanallaah..... Kudu malu kalau masih malas2an belajarnya. Ngaca pada Handayani tuh....

Reply
avatar