Selasa, 17 Februari 2015

SD JUARA CILEGON ADAKAN OUTING CLASS DI MUSEUM & ISTANA SUROSOWAN





CILEGON – Untuk memperluas pengetahuan dan mendidik para siswa tentang sejarah Banten, SD Juara Cilegon mengadakan Outing Class di Museum Banten dan Istana Surosowan, Selasa (17/2). 

Di Museum yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan para pahlawan Banten dalam melawan para penjajah ini, siswa-siswi dipandu oleh petugas khusus yang menerangkan step by step setiap peninggalan bersejarah  seperti Mata Uang Reyal Banten, Meriam, Pintu serta Keramik Kerajaan dan lain sebagainya yang saat ini masih diabadikan di museum tersebut.

Suasana di dalam Museum


Usai dari Museum, siswa SD Juara Cilegon yang saat ini beralamat di Jl. Imam Bonjol Link. Sambirata RT.05/01 Cibeber  Cilegon atas kerjasama antara Rumah Zakat dan Baitul Maal Krakatau Steel Group (BMKSG) itu diantar  melihat langsung peninggalan kejayaan Kesultanan Banten, Istana Surosowan yang letaknya sekitar 500 meter dari museum Banten. 


Pemandu dari Kesultanan Banten, Selamet menceritakan bahwa Istana Surosowan dibangun pada tahun 1526 dibawah pimpinan Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Pangeran Fatahillah setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Pajajaran dan merebut ibukota mereka, Banten Girang. Putra Sultan Maulana Hasanuddin dan Sultan Maulana Yusuf  memperkuat benteng tersebut dengan batu karang dan batu merah. Disekeliling benteng dibangun parit-parit yang konon dulunya bisa dilayari perahu-perahu kecil hingga sampai ke laut Jawa. 
Tempat Pemandian Putri
 


Yang itu dulunya pemandian, namanya Roro Denok. Sedangkan bangunan persegi empat yang berada di bagian tengah itu namanya Bale kambang. Air yang berada dalam pemandian tersebut berasal dari danau Tasik Ardi dimana sebelum dialairkan ke kolam Roro Denok mengalami proses penjernihan tiga tingkat terlebih dahulu dengan cara dialirkan ke bangunan pengindelan (penjernihan) Merah, Putih dan Emas. Dengan demikian kita tahu bahwa pada masa kejayaan Kesultanan Banten, mereka sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai,” tambah laki-laki berkacamata tersebut.

Tak kenal lelah, siswa-siswi SD Juara Cilegon terus mengelilingi bekas peninggalan kejayaan Banten ini, dan sang pemandu pun sambil berjalalan terus melanjutkan sejarah history kesultanan Surosowan.

“Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, untuk mempercantik istana Surosowan disewa tenaga ahli dari Portugal dan Belanda, di antaranya Hendrik Lucasz Cardeel. Benteng istana diperkuat dan dipojok-pojoknya dibangun bastion, bangunan setengah lingkaran dengan lubang-lubang tembak prajurit mengintai dan menembak musuh. karya seni dekor tinggi pada mas itu juga bisa dilihat dari sisa ubin merah yang dipasang dengan komposisi belah ketupat.”
Berpose di sisa-sisa bengunan Istana Surosowan
 

Terlihat, Istana  berbentuk segiempat seluas 3 hektar itu nyaris rata dengan tanah, sulit sekali membayangkan seperti apa bentuk Istana Surosowan tersebut berdiri sebelum akhirnya dihancurkan oleh Pemerintah Belanda dibawah pimpinan Daendels pada bulan November 1808. Peperangan itu timbul karena kasultanan Banten menolak mengerahkan rakyatnya untuk kerja paksa dalam pembuatan jalan Anyer - Panarukan.



Rilis dari Bpk Susanto (kepsek SD Juara)

0 komentar