Senin, 06 Maret 2017

Siti Maariatul Qibtiyyah Raih Juara Pertama MTQ cabang Murottal Tingkat Kota Cilegon


Beberapa hari yang lalu, Pemerintah Kota Cilegon menggelar Musbaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- XVI tingkat Kota yang diselenggarakan pada tanggal 27 Februari 2017 - 3 Maret 2017 di Kecamatan Cilegon sebagai tuan rumah. Kegiatan yang saban tahun diselenggarakan itu diikuti oleh kafilah perwakilan dari delapan kecamatan yang ada di Kota Cilegon dan tahun ini yang menjadi juara umum adalah kecamatan Cilegon.

Diantara para pemenang, ada anak juara RZ Cilegon yang berhasil mendapatkan juara pertama MTQ cabang Murottal anak yaitu Siti Maariyatul Qibtiyyah dari ketileng. Maariyatul termasuk anak yang giat dalam belajar, setiap hari ia belajar Al-Qur’an kepada pamannya sendiri yaitu ustadz Shodiq. Selain pandai mengaji Tia, begitu nama panggilannya, juga pandai dalam membaca puisi.

MENJADI PESERTA DIKLAT MENGAJI TERMUDA

Tia ingin mewujudkan cita-citanya sebagai guru, masih kecil saja Tia sudah mengikuti diklat standarisasi guru Tilawati pada tanggal 29 – 30 Oktober 2016 yang lalu dan sudah mendapat syahadah dari tim Tilawati Pusat Surabaya. Tia sering bantu-bantu gurunya mengajar tilawati di Majlis Taklim Baitul Marhamah hingga sekarang.

DIBALIK KESUKSESAN TIA

Menjadi anak yang penurut dan berprestasi adalah kesuksesan yang luar biasa apalagi masih kecil sudah berbagi ilmu dengan kawan-kawannya. Namun tahukah siapa dibalik kesuksesan Tia? Tidak lain dan tidak bukan adalah berkat jasa kedua oang tuanya yang selalu membimbingnya menjadi anak yang sholeh. Bapaknya bernama Sunaji memiliki pekerjaan yang tidak pasti, kadang bekerja kadang tidak, tergantung permintaan tempat bekerjaanya. Sedangkan ibunya Samsiyah” hanya seorang guru PAUD. Kondisi perekonomian yang kurang beruntung tidak membuat mereka menjadi orang yang berkeluh kesah melainkan menjadikan motivasi agar anak-anaknya kelak menjadi anak yang sukses dunia akhirat.


Tia mempunyai kakak yang bernama Taufik maulana, sebentar lagi lulus SMA sambil mondok. Biaya yang dikeluarkan untuk mensekolahkan anak-anaknya terkadang lebih besar dari pemasukan, sehingga demi anaknya sukses orang tua Tia harus mencari-cari dana meskipun berhutang kepada orang lain. 

0 komentar